Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sharing. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Juli 2017

Hujan Memiliki Fakta - Fakta Tersembunyi Yang Menarik Untuk Di Kupas

Postingan ini akan sedikit menjelaskan fakta-fakta, opini, dan perasaan yang berhubungan dengan hujan.
  • Rata-rata kecepatan jatuhnya air hujan hanyalah 8-10 km/jam
  • Air jatuh ke bumi dengan kecepatan yang rendah karena titik hujan memiliki bentuk khusus yang meningkatkan efek gesekan atmosfer dan membantu hujan turun ke bumi dengan kecepat-an yang lebih rendah. Andaikan bentuk titik hujan berbeda, atau andaikan atmosfer tidak memiliki sifat gesekan

Senin, 09 Januari 2017

Love ? What Is It Actually Based On?

Memang sepertinya sudah sifat manusia untuk menilai dari apa yang tampak, terlebih di jaman sekarang yang segalanya sudah serba instan. Berikut adalah sebuah analogi sederhana untuk menggambarkan kalimat yang saya maksud di awal paragraf.

Contoh analogi :
A: "aku benar-benar berfikir cinta itu bukan didasari dari kerja keras"
A: "tidak kah kamu berfikir begitu?"
B: "lalu apa yang mendasari itu?"
A: "kamu meminta segelas air panas, kemudian aku bergegas menyiapkan air, kemudian memasaknya, aku terlebih dahulu membelah kayu, menyalakan api nya, meniupnya hingga menjadi besar, menunggu mendidih, dan kemudian bersiap untuk menyajikannya. Namun, muncul seseorang berjalan ke arah dispenser, menekan tombol yang kemudian langsung mengeluarkan air panas. lalu memberikan airnya kepadamu, lantas selang beberapa lama aku pun datang membawakan segelas air panas yang kamu minta. kamu akan dengan mudah menerima gelas pemberian dari seseorang tersebut daripada diriku. kenapa? Karena kamu tidak akan memikirkan bagaimana proses dibaliknya."

Kamu menginginkan sesuatu dari seseorang, mungkin kamu memiliki pengharapan. Aku bekerja dengan keringat darah dan air mata untuk mencapai apa yang kamu harapkan. Kemudian tiba-tiba orang lain muncul begitu saja dan membawa sesuatu yang selama ini kamu cari. so, you go with them instead.


Hanya karena itu tidak bekerja baik dengan mu, bukan berarti ada yang salah dengan dirimu.


Selasa, 27 Desember 2016

Siapa Bilang Indonesia Itu Negara 6 Agama?

Berawal dari pertanyaan seperti pada judul yang sedikit nyinyir. Indonesia sebenarnya memiliki enam Agama resmi yang tertuang dalam UUD 1945 yaitu Islam, Kristen protestan, Khatolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Namun, mayoritas penduduknya atau sekitar 86% dari total penduduk indonesia, memeluk agama Islam. Sementara 14% sisanya adalah agama di luar islam.
Lalu, apa maksud pertanyaan diatas? ini lebih seperti sindiran, karena satu agama mendominasi dan lima sisanya bagaikan pelengkap saja. Bahkan, ketika ada pemicu dimana berawal dari pertanyaan "bolehkah orang islam memilih pemimpin non muslim?" Sampai kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh salah satu cagub pilkada DKI Jakarta 2017 yang juga sebagai gubernur petahana (non aktif) yaitu Basuki Tjahja Purnama, alias Ahok. Muncul desas - desus wacana ada oknum sekelompok orang yang ingin mendirikan khilafah atau menjadikan Indonesia sebagai negara Islam.

Indonesia sendiri menduduki peringkat pertama, sebagai pemeluk agama islam terbesar di dunia. Padahal indonesia bukanlah negara islam seperti arab saudi, mesir, atau negara timur tengah lainnya yang segala hukum kenegaraan atau sanksi nya ber asas-kan islam. Mungkin sebutan yang tepat untuk sekarang adalah negara berpenduduk mayoritas islam terbesar di dunia. Tidak heran jika isu wacana tersebut muncul atau dimunculkan ke permukaan oleh beberapa golongan.

"Indonesia itu sebenernya sudah menjadi negara islam." Pernyataan ini mungkin ada benarnya, merupakan gambaran dari kondisi yang ada saat ini. Misalnya tercermin dari Kemenag (Kementrian Agama), saya sebenarnya belum tahu anggota dari kemenag apakah mewakili enam agama resmi di indonesia atau malah hanya mayoritas saja yang diurusi. Ketika saya kroscek ke situs resmi nya, memang benar terdapat subkanal berbagai macam agama, namun entah kenapa nuansa nya sangat kental dengan  Islam, pun dari berita-berita yang tertera di muka halaman nya.

Namanya juga Kemenag, seharusnya memang terdiri dari berbagai macam agama di indonesia, dan saya juga belum pernah mendengar Menteri Agama di ketuai oleh orang yang beragama di luar Islam. Mungkin juga karena "lho wong penduduknya mayoritas muslim kok, masa di pimpin sama yang minoritas."

Contoh lainnya yaitu ketika di sekolah, Pertama saat upacara, pembacaan doa menggunakan doa umat muslim, mungkin ada beberapa sekolah yang menggunakan dua ucapan doa, yaitu doa-doa umat islam, dan menggunakan doa umum berbahasa indonesia. Kedua, uniform atau baju seragam sekolah di hari jumat. Sekolah terkesan memaksa murid-muridnya untuk memakai baju yang sama, yah memang namanya juga seragam, sudah pasti sama semuanya. Namun masalahnya adalah, hari jumat biasanya sekolah SD, SMP maupun SMA umumnya memakai baju muslim atau biasa disebut baju koko, dimana sebenarnya baju itu identik dengan umat muslim.
Hal-hal ini memang baik, sangat baik malah, karena itu akan menguntungkan kita pastinya sebagai muslim.

Malah dulu sempat ada isu dari kepemimpinan Presiden Jokowi untuk menghapus Kementrian Agama dan menggantinya dengan Departemen Keagamaan, isinya adalah himpunan atau wadah dari berbagai macam agama yang berada di naungan yang sebagai tempat perundingan atau musyawarah terhadap kasus-kasus atau isu-isu yang sedang dihadapi, dan hal ini sempat menjadi kontroversi karena masyarakat langsung memposisikan diri mereka di sisi pro dan kontra terhadap hal itu, padahal ini masih sebatas isu.

Keadaan ini memang sangat wajar, karena jika kita tinggal di negara yang bukan bermayoritas muslim seperti negara di belahan barat bumi, kondisi sebaliknya yang akan terjadi. Sudah sepatut nya kita muslim bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah SWT untuk Indonesia kita tercinta ini.




Senin, 26 Desember 2016

5 Prinsip Hidup yang Perlu Di Jaga Untuk Melatih Kita Berfikir Positif

Ini adalah tulisan pribadi tanpa copy paste dari google, murni hasil pemikiran dan pengalaman sendiri. Bukan untuk menggurui atau malah memaksa untuk setuju, disini kita hanya sekedar saling berbagi atau sharing.

Pertama-tama, mari kita bahas pengertian dari kata "Prinsip", Apa sih prinsip itu? prinsip merupakan sebuah pernyataan yang dibangun dari diri sendiri, memiliki kebenaran umum maupun pribadi sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau mengambil tindakan.
Di postingan ini saya mencoba untuk berbagi beberapa prinsip dalam kehidupan pribadi yang masih dipegang teguh hingga kini, silahkan dibaca dan diresapi ya :)

1.  Jika Ingin Segalanya Berjalan Sesuai yang Kamu Inginkan, Lakukan Sendiri.
Sindiran yang sedikit kasar memang, tapi jika dipikir ulang ya ada benarnya juga. Pernyataan seperti ini mungkin bertentangan dengan mereka yang memiliki jiwa kepemimpinan, atau ketika kita tes psikologi kepemimpinan, pasti dari beberapa pilihan, terdapat pernyataan seperti ini, yang mana jika dipilih jawabannya adalah salah.

Pernyataan ini tercetus sebenarnya ketika masa SMA kelas 2. Saat itu ada kegiatan Idul Adha, dimana saya melihat seorang teman yang terlihat sibuk, lalu meminta dirinya untuk menemani apa yang saya urusi waktu itu, lalu ia berkata "Nang, kalo lu mau segala sesuatunya sesuai sama keinginan lu, lakuin sendiri, percaya deh" -R

Tapi, pernyataan tersebut sedikit flexible sebenarnya, menyesuaikan dengan situasi dan kondisi pada saat itu saja. Dan sekarang hanya pada kondisi tertentu terdesak, tak ada pilihan lain saja saya mengingat dan menerapkan hal ini. Kalau berpegang teguh selalu seperti itu, lama-lama malah terlihat angkuh, anti-sosial, dan tak peduli sekitar.
...

2.  Everything Happen With A Reason 
Buat kalian yang pernah nonton film karya Raditya Dika berjudul "Koala Kumal" pasti familiar sama kata-kata ini. Pernyataan ini keluar di bagian anti-klimaks di film itu sebagai penutup atau quotes yang ditempatkan dibagian akhir, yang mana secara tidak langsung membuat para penonton-nya meresapi kandungan makna dari apa yang diucapkan tokoh Si Dika. Apalagi ditambah kejadian di scene-scene sebelumnya (spoiler dikit), dimana singkat cerita si Dika secara tidak sengaja bertemu sebanyak tiga kali dengan seorang perempuan.

Dimana kala itu bertahun-tahun si Dika mengalami patah hati hebat hingga dia berpikir untuk tidak dulu membuka hati. Di pertemuan pertama dan kedua, Ia tidak menyadari dan melihat itu sebagai hal yang biasa saja , hingga pada pertemuan yang ketiga ia memberanikan untuk melangkah, dan sadar bahwa "Segala Peristiwa yang terjadi, Pasti Diiringi Dengan Sebuah Alasan"

Film ini udah gua tonton beberapa kali, bukan hanya jalan ceritanya yang bagus, lagunya Sheryl yang enak, tapi juga karena Anggika Bolsterli nya yang cantikkkkkk =DD #salahfokus

Layaknya hukum kausalitas, ada sebab-mempengaruhi-akibat. Prinsip ini bisa membuat prasangka yang negatif menjadi positif, begitu juga sebaliknya, atau malah tidak merubah apa-apa. Begitupun ketika terjadi musibah, coba lihat lah dari sisi yang berbeda, jangan selalu melihat sisi yang buruknya saja, tapi lihat sisi positifnya. Karena segalanya terjadi dengan sebuah alasan, tidak semata-mata terjadi begitu saja. Ada benang merah di setiap kejadian, lihat rentetan kejadian yang terjadi, kemudian tarik kesimpulan dari sana. Itu salah satu cara untuk berlatih berfikir positif.

Dan ketika kalian mengalami hal-hal yang luar biasa atau keberuntungan, cobalah untuk mengingat-ingat lagi, apa hal yang sebelumnya kalian lakukan? doa apa yang kalian panjatkan semalam atau di malam2 kemarin? Coba cari rantai/benang merahnya, pasti ada, atau mungkin saja satu doa ibumu telah dikabulkan Allah SWT, dan kemudian bersyukur-lah.

Mungkin ini adalah masalah keyakinan dan pikiran yang positif, sekali lagi, keyakinan tidak akan merugikanmu asal dirimu benar-benar yakin dan selalu berpikir positif, terutama kepada Allah SWT.
...

3.  Jangan Sibuk Mencari Yang Terbaik, Sampai Lupa Jadi Yang Terbaik.
Allah SWT itu Maha Adil, Maha Mengetahui apa yang baik untuk para makhluk-Nya. Begitu pula dengan urusan pasangan, seperti penggalan surat dibawah ini:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ أُوْلَئِكَ مُبَرَّؤُونَ مِمَّا يَقُولُونَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ 

“ Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga). (Qs. An Nur:26)
Makna dari kata-kata "baik" dan "buruk" itu adalah menurut Yang Maha Kuasa, bukan pandangan dari manusia. Begitu pula dengan standar ataupun kriteria dari "baik dan buruk" pastinya sudah ditentukan oleh Allah SWT, dan sudah dijelaskan di kitab suci Al-Qur'an dan hadist-hadist.

Bunyi ayat ini memberitahu kita bahwa Allah SWT telah menyiapkan  kita pasangan yang sesuai dengan diri kita. Maksudnya adalah pasangan kita adalah cerminan dari diri kita sendiri, kasarnya, jangan bermimpi mendapatkan pasangan yang rajin beribadah jika diri kita saja tidak taat beribadah, jangan bermimpi mendapatkan pasangan yang baik perilakunya jika diri kita saja berperilaku buruk.

Kemudian muncul pertanyaan, "bukankah kita bisa saling memperbaiki diri dan mengingatkan satu sama lain?" ayat ini adalah sebuah kondisi atau anjuran, untuk menciptakan kondisi yang baik-baik untuk yang baik-baik, adalah sebuah keharusan. Kalau tidak, maka kondisi terbalik malah yang akan terjadi. Ayat ini bukan sebagai ketetapan bahwa yang baik “otomatis” akan mendapatkan pasangan yang baik. Hal ini tentu memerlukan usaha untuk memperbaiki diri lebih baik.

Maka, jika standar kriteria pasangan mu tinggi, tinggi kan lah dirimu terlebih dahulu. Pantaskan lah dirimu, sibukkanlah dengan memperbaiki diri sendiri menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Jangan sibuk mencari yang terbaik, sampai lupa untuk jadi yang terbaik.
Karena sebuah proses tidak akan mengkhianati hasil. Dan sebuah proses tidak ada yang sia-sia.
...

4. Ganti Kata "Tidak", menjadi "Belum"
Sebuah kata yang terlihat sederhana namun memiliki makna yang penting. Contoh misalkan ketika dirumah, kalau orang tua bertanya "Nang, nggak makan?", saya selalu memperbaiki kalimatnya dengan bilang "jangan bilang nggak ma, tapi belum. Harusnya, Nang, belum makan? gitu." Itu hanya satu contoh dari sekian banyak ucapan dalam kehidupan sehari-hari

Karena menurut saya, kata "tidak" menandakan bahwa kita seperti "tidak akan pernah" melakukan tindakan itu, sedangkan "belum" menandakan kita tidak melakukan tindakan itu sekarang, tetapi nanti, segera, secepatnya. Coba deh terapkan dan rasakan perbedaannya #asik
...

5. Don't Expect too Much
Sederhana sih, karena Allah tidak suka segala sesuatu yang berlebih-lebihan. Kemudian jangan pula engkau menaruh harapanmu kepada manusia, karena ujungnya bisa mengecewakan. Berharaplah hanya kepada-Nya, niscaya Allah tidak akan pernah mengecewakan mu. Sesederhana itu.
...

Sebenarnya masih ada lagi, tapi berhubung muncul sifat alamiah manusia a.k.a. "lupa", jadi cukup disini dulu. Nanti kalau udah inget bakalan di update  postingan-nya.

ps: silahkan beranggapan apapun terhadap penulis, feel free~

Teka-Teki Paradoks: Pikirkan dan Pecahkan

Anda tahu apa itu Paradoks? Paradox itu adalah situasi yang muncul dari sejumlah premis-premis yang saling berkaitan dan memiliki jawaban ganda, atau dengan kata lain permasalahan yang tidak bisa dipecahkan, karena jawaban dan pernyataan akan saling bertentangan dengan akal sehat. Sederhana nya, gaya bahasa yang mengandung pertentangan-pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada.

Langsung saja, dibawah ini adalah kumpulan dari jenis-jenis paradoks yang telah melewati berbagai proses seleksi hingga akhirnya terpilih beberapa kandidat yang mewakili mereka yang tidak terpilih (?)

1. Ship of Theseus
Ship of Theseus atau dikenal juga sebagai Theseus Paradoks adalah paradoks tentang identitas suatu materi. 
Dalam mitologi Yunani Theseus pergi dengan sebuah kapal untuk mengalahkan Minotaur yang selalu meminta tumbal dari penduduk Athena. Kapal tersebut terbuat dari 100 potongan kayu. Agar kapal tersebut dapat berlayar untuk berabad-abad, perbaikan demi perbaikan dilakukan. Setiap tahunnya 1 potongan kayu yang sudah tua dan lapuk akan diganti oleh potongan kayu yang baru. 

Pertanyaannya : Apakah kapal tersebut adalah kapal Theseus yang sama atau sesuatu yang sama sekali baru dan berbeda? Jika tidak pada titik manakah itu berhenti menjadi kapal yang sama?

Jika memang hal itu merupakan kapal yang sama, coba pertimbangkan jika semua kumpulan kayu yang rapuh yang telah digantikan dengan potongan yang baru tersebut dibuat ulang menjadi kapal Theseus yang sama. Manakah kapal yang benar-benar kapal Theseus?

Paradoks ini menunjukkan bahwa kita tidak benar-benar tahu tentang identitas suatu materi.
...
2. Omnipotence Paradoks
Omnipotence berasal dari kata bahasa latin yaitu omne, artinya segalanya/ semaunya dan potence artinya kuasa. Sehingga Omnipotence dapat diartikan sebagai maha kuasa. Paradoks ini adalah paradoks klasik yang banyak dipertanyakan oleh orang-orang Ateis. 
Paradoks ini mengatakan bahwa:

"Jika Tuhan Maha Kuasa, dapatkah ia membuat batu yang sangat berat sehingga Tuhan tidak sanggup mengangkatnya?"

Apabila jawabannya adalah "ya", maka Tuhan tidak maha kuasa karena Ia tidak mampu mengangkat benda tadi, dan jika jawabannya "tidak" maka Tuhan juga tidak maha kuasa karena Ia tidak dapat menciptakan benda seperti yang dimaksud.

Apapun jawabannya, perlu diingat bahwa Tuhan adalah diluar jangkauan logika umat manusia itu sendiri.
...
5. The Irresistible Force Paradox
Juga biasa dikenal dengan sebutan unstoppable force paradox dan shield and spear paradox.
Biasa digunakan untuk membalas paradox yang juga cukup populer dimana "bisakah tuhan mencipatakan benda yang tidak bisa ia angkat" namun yang menjadi tolak ukur disini adalah "What happens when an unstoppable force meets an immovable object?" 

Ketika sebuah benda yang tidak bisa berhenti bertemu dengan benda yang tidak bisa digerakan, apa yang akan terjadi? apakah kedua benda berhenti? atau kedua benda bergerak? atau gaya kedua benda bertukar?
...
6. Paradoks Pinokio
Biasa juga disebut Liar Paradox, atau paradoks kebohongan.
Pinokio adalah tokoh dongeng dimana hidungnya akan memanjang apabila ia berkata bohong. Bagaimana jika Pinokio berkata "Hidung saya akan memanjang sekarang!", jika ia berbohong, maka hidungnya akan memanjang. Tapi jika hidungnya memanjang, berarti yang dikatakannya benar, dan harusnya hidungnya tidak memanjang ...
Bonus:



Selasa, 01 November 2016

"Ketika Politik Sudah Masuk ke Dalam Ranah Agama".

(28/10/2016) Mungkin itu judul yang tepat untuk menggambarkan apa yang gua denger dan lihat, tadi. Di khutbah sholat jum'at yg seharusnya khitmat, adem, dan penuh siraman rohani. tapi, ini malah kebalikannya, kejadian yg belum lama gua lihat & denger sendiri tadi, seorang khotib secara jelas, tegas, dan penuh ekspresi, mengungkapkan opini pribadi nya tentang pilkada dki 2017, padahal #fyi daerah gua itu bukan wilayah jakarta :lol , namun nggak nutup kemungkinan para jamaah yg hadir itu berasal/punya ktp jakarta.

Gua langsung mikir, "loh, kok malah kampanye? kan belum saatnya dan bukan tempatnya juga." aneh bin ajaib emang. ini masjid loh pak. ini tangerang loh.

Bukan cuma itu, sang khotib berlanjut menyinggung masalah surat al-maidah ayat 51 yg diucapkan ahok lewat video yg sempat menjadi viral itu, bahkan sampai saat ini. Menurut gua, itusih wajar kalo dia ngomongin hal tersebut. tapi, setelah itu dia membawa-bawa agama lain. menjadikan itu sebagai "bahan omongan". dalem hati gua langsung bilang " wah, gesrek ini khotibnya". masa agama orang lain dibawa-bawa dan ada kesan seperti menjelek-jelekan.  perasaan, ngga ada tuh agama islam dijelek-jelekan sama agama lain di tempat-tempat ibadah mereka masing-masing di Indonesia. lah, ini kenapa sebaliknya?

Kemudian si ustadz pun bercerita tentang sebuah survey yang dilakukan oleh seseorang yang tidak dijelaskan sumbernya, dimana isi dari survey tersebut menempatkan Nabi Muhammad saw pada peringkat ke-7, kalau tidak salah dengar. Namun, ia tidak menyampaikan secara penuh informasi terkait berita tersebut, dan hanya sepotong-sepotong, Sepertinya cerita tersebut dipakai sebagai penggiring untuk masuk ke dalam cerita selanjutnya yaitu seperti yang sudah gua jelaskan sebelumnya. Sebenarnya gua mengetahui apa yang sedang dibicarakan sang khotib, gua hanya mendengarkan saja. Padahal, survey tersebut adalah survey untuk mengetahui tokoh idola dari tiap-tiap orang di dunia.

Setelah perhitungan dilakukan, majalah tersebut dengan berani menerbitkan itu dimana peringkat Nabi Muhammad berada di peringkat ke-7. Jika bicara pantas /tidak pantas, jelas itu tidak pantas atau tidak etis. Karena survey itu menyangkut hal yang sensitif, yaitu agama.

Sebenarnya tidak salah mereka mengadakan survey tersebut, analoginya seperti ketika gua ditanya "siapa tokoh idola anda?" kemudian gua menjawab "Lionel Messi", apa gua salah? karena konteks dari survey tersebut adalah ingin mengetahui tokoh idola yang menjadi inspirasi masyarakat saat itu, jadi sebenarnya bukan salah majalah tersebut menempatkan Nabi Muhammad di peringkat ke-7 karena manusia memiliki sifat subjektif, hanya saja tidak etis ketika hasil tersebut diterbitkan. 

Karena  si Ustadz tidak menjelaskan secara penuh informasi yang ia sampaikan, dan di potong-potong sesuai apa yang ingin ia sampaikan, bukan tidak mungkin para jamaah yang datang akan terpengaruh dan bukan tidak mungkin juga jamaah tersebut langsung mengambil sikap (dalam hal ini mengikuti si Ustadz)

Dan melihat gaya si Ustadz, kenapa ketika berkhotbah harus melantangkan suara keras-keras? malah itu tadi lebih pas gua bilang "teriak-teriak", kenapa harus mengepalkan tangan dan menunjuk ke arah kiri dan kanan? seperti ber orasi di panggung besar. sebenarnya hal tersebut tidak pantas, karena nabi Muhammad SAW pun tidak seperti itu ketika berkhutbah. Pernyataan barusan gua kutip dari Kyai H. ........ lupa namanya (hehe)

Mungkin Ustadz yang mimpin khotbah tadi itu lebih sesuai untuk  disebut "oknum berkepentingan", bukankah negara ini punya semboyan bhinneka tunggal ika? bukankah negara kita berbentuk republik dan menganut sistem demokrasi? Sebenernya sih mau merekam apa yang diucapkan oleh ustadz tersebut memakai handphone, cuman karena gua sedang di rumah Allah tidak atau bukan pada tempatnya juga, dan kalo gua lakuin, jadi sama-sama salah.

Seorang Imam besar Masjidil Haram saja pernah menganalogikan pemain bola yang sedang bermain di lapangan. "Apakah anda pernah melihat mereka sibuk dengan telepon genggamnya? ataupun menyempatkan diri untuk kepinggir lapangan untuk melihat telepon genggamnya? Saya pun tidak pernah melihat itu. Namun hari ini, disini, di rumah Allah (Masjid), saya mendengarnya" begitu lah kira-kira.
Penutup dari saya,

"di situasi seperti ini, rasanya sulit membedakan mana yg sedang berdakwah, dan mana yg sedang berpolitik."

Begitupun dengan postingan ini,
sekian.