Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Desember 2016

Teka-Teki Paradoks: Pikirkan dan Pecahkan

Anda tahu apa itu Paradoks? Paradox itu adalah situasi yang muncul dari sejumlah premis-premis yang saling berkaitan dan memiliki jawaban ganda, atau dengan kata lain permasalahan yang tidak bisa dipecahkan, karena jawaban dan pernyataan akan saling bertentangan dengan akal sehat. Sederhana nya, gaya bahasa yang mengandung pertentangan-pertentangan yang nyata dengan fakta-fakta yang ada.

Langsung saja, dibawah ini adalah kumpulan dari jenis-jenis paradoks yang telah melewati berbagai proses seleksi hingga akhirnya terpilih beberapa kandidat yang mewakili mereka yang tidak terpilih (?)

1. Ship of Theseus
Ship of Theseus atau dikenal juga sebagai Theseus Paradoks adalah paradoks tentang identitas suatu materi. 
Dalam mitologi Yunani Theseus pergi dengan sebuah kapal untuk mengalahkan Minotaur yang selalu meminta tumbal dari penduduk Athena. Kapal tersebut terbuat dari 100 potongan kayu. Agar kapal tersebut dapat berlayar untuk berabad-abad, perbaikan demi perbaikan dilakukan. Setiap tahunnya 1 potongan kayu yang sudah tua dan lapuk akan diganti oleh potongan kayu yang baru. 

Pertanyaannya : Apakah kapal tersebut adalah kapal Theseus yang sama atau sesuatu yang sama sekali baru dan berbeda? Jika tidak pada titik manakah itu berhenti menjadi kapal yang sama?

Jika memang hal itu merupakan kapal yang sama, coba pertimbangkan jika semua kumpulan kayu yang rapuh yang telah digantikan dengan potongan yang baru tersebut dibuat ulang menjadi kapal Theseus yang sama. Manakah kapal yang benar-benar kapal Theseus?

Paradoks ini menunjukkan bahwa kita tidak benar-benar tahu tentang identitas suatu materi.
...
2. Omnipotence Paradoks
Omnipotence berasal dari kata bahasa latin yaitu omne, artinya segalanya/ semaunya dan potence artinya kuasa. Sehingga Omnipotence dapat diartikan sebagai maha kuasa. Paradoks ini adalah paradoks klasik yang banyak dipertanyakan oleh orang-orang Ateis. 
Paradoks ini mengatakan bahwa:

"Jika Tuhan Maha Kuasa, dapatkah ia membuat batu yang sangat berat sehingga Tuhan tidak sanggup mengangkatnya?"

Apabila jawabannya adalah "ya", maka Tuhan tidak maha kuasa karena Ia tidak mampu mengangkat benda tadi, dan jika jawabannya "tidak" maka Tuhan juga tidak maha kuasa karena Ia tidak dapat menciptakan benda seperti yang dimaksud.

Apapun jawabannya, perlu diingat bahwa Tuhan adalah diluar jangkauan logika umat manusia itu sendiri.
...
5. The Irresistible Force Paradox
Juga biasa dikenal dengan sebutan unstoppable force paradox dan shield and spear paradox.
Biasa digunakan untuk membalas paradox yang juga cukup populer dimana "bisakah tuhan mencipatakan benda yang tidak bisa ia angkat" namun yang menjadi tolak ukur disini adalah "What happens when an unstoppable force meets an immovable object?" 

Ketika sebuah benda yang tidak bisa berhenti bertemu dengan benda yang tidak bisa digerakan, apa yang akan terjadi? apakah kedua benda berhenti? atau kedua benda bergerak? atau gaya kedua benda bertukar?
...
6. Paradoks Pinokio
Biasa juga disebut Liar Paradox, atau paradoks kebohongan.
Pinokio adalah tokoh dongeng dimana hidungnya akan memanjang apabila ia berkata bohong. Bagaimana jika Pinokio berkata "Hidung saya akan memanjang sekarang!", jika ia berbohong, maka hidungnya akan memanjang. Tapi jika hidungnya memanjang, berarti yang dikatakannya benar, dan harusnya hidungnya tidak memanjang ...
Bonus:



Minggu, 04 Desember 2016

4 "Ramalan" Nostradamus untuk Tahun 2017

Tahun 2016 tinggal hitungan hari, orang-orang bersiap memasuki tahun 2017 di tengah ketidakpastian: terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden ke-45 Amerika Serikat, krisis di Suriah yang tak kunjung usai, pemilu Eropa yang memunculkan calon-calon dari sayap kanan ekstrem, serta kondisi perekonomian global yang terus stagnan.

Maka, sejumlah orang berusaha mencari tahu apa yang bakal terjadi pada 2017 -- meski sejatinya masa depan tak bisa diramalkan. Salah satunya adalah berusaha menemukan petunjuk dari sejumlah peramal besar, khususnya Nostradamus -- yang konon telah memprediksi sejumlah peristiwa penting dunia seperti Perang Dunia II dan teror 9/11.

Pria bernama Michel de Nostredame adalah dokter, apoteker, penulis, dan astrolog asal Prancis.

Dalam bukunya The Prophecies atau Les Propheties, ia dianggap menuliskan prediksi sejumlah kejadian besar yang terjadi di dunia.
Dalam buku itu, ada lebih dari seribu quatrain atau sajak 4 seuntai--yang terdiri atas empat baris--dalam bahasa Prancis, yang diyakini oleh mereka yang percaya, bisa meramalkan kejadian-kejadian yang akan datang.
Karena sifatnya yang samar, dan tak ditulis dalam urutan waktu yang linear, sajak-sajak karya Nostradamus bisa diterapkan dalam segala situasi, untuk menebak-nebak peristiwa yang momentumnya tak jelas.

Jadi, apa yang 'diramalkan' Nostradamus untuk tahun 2017? Berikut hal-hal yang konon diprediksi sang peramal, seperti dikutip sebagian dari Inquisitr, Rabu (23/11/2016):
1. "Sangkakala Donald Trump:
The false trumpet concealing madness
(Terompet palsu mengungkap kegilaan)

will cause Byzantium to change its laws.
(yang membuat Bizantium mengubah hukumnya)

From Egypt there will go forth a man who wants
(Dari Mesir, akan muncul seorang pria yang menginginkan...)

the edict withdrawn, changing money and standards
(agar dekrit ditarik, mengubah uang, juga standar)

Jika Donald Trump adalah 'terompet palsu' yang dimaksud, maka Nostradamus memprediksi Presiden AS masa depan itu akan menjadi 'gila'. Bizantium kini adalah Eropa Timur. Baris ketiga dan keempat bisa diartikan  bahwa Trump berupaya mengintervensi situasi pengungsi -- yang akan berdampak pada mata uang Eropa atau Euro.

Namun, sejumlah pihak mengkritik penafsiran tersebut. Sebab, kata 'terompet' (trumpet) -- yang dikaitkan dengan Trump -- berasal dari Bahasa Inggris. Sementara, kata modern Prancis bagi trumpet adalah trompette. Tak hanya itu, kuantrain tersebut juga telah digunakan berkali-kali dalam sejarah, tak spesifik mengarah pada Trump.

2. Nasib Israel:
Ini yang ditulis Nostradamus dalam Century I: 57
The trumpet shakes with great discord.
(terompet bergetar oleh perselisihan besar)

An agreement broken: lifting the face to heaven:
(kesepakatan rusak: mengangkat wajah ke surga)

the bloody mouth will swim with blood;
(mulut yang bedarah akan berenang dalam darah)

the face anointed with milk and honey lies on the ground.
(wajah yang diurapi dengan susu dan madu akan tergeletak di tanah)

Sejumlah orang mengartikan 'tanah susu dan madu' sebagai Israel. Sementara, beberapa lainnya mengartikan kuatrain tersebut merujuk pada Perang Dunia III. Hal tersebut bersesuaian dengan sejumlah prediksi akhir zaman yang diyakini tertulis dalam Injil -- yang mengaitkan Israel dengan kemunculan anti-Kristus. Kalaupun Nostradamus salah, Donald Trump mengisyaratkan bahwa ia akan melakukan intervensi soal Israel. "Kita akan memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem," kata penasihat Trump seperti dikutip dari NPR.

Pemerintah dan sejumlah figur politik di Israel kini menagih janji presiden AS terpilih itu. Sejumlah tokoh garis keras bahkan meminta Trump mengakhiri upaya damai solusi dua negara (two states solution) untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina. Belakangan, Trump menyebut, Jared Kushner, dapat membantu mewujudkan perdamaian di Timur Tengah meski tidak mendapat jabatan formal dalam pemerintahannya.
"Aku ingin menjadi seseorang yang menciptakan perdamaian antara Israel dengan Palestina. Itu akan menjadi prestasi yang luar biasa," ujar Trump dalam pertemuannya dengan The New York Times seperti dikutip dari New York Post, Rabu (23/11/2016).

3. Pengepungan:
Nostradamus menulis hal ini dalam Century III: 50:
The republic of the great city
(Republik dari kota yang besar)

Will not want to consent to the great severity:
(Tak akan mau menyetujui keparahan yang luar biasa)

King summoned by trumpet to go out,
(Terompet memanggil raja untuk keluar)

The ladder at the wall, the city will repent.
(Tangga bersandar di dinding. Kota akan menyesalinya)

Amerika Serikat adalah Republik Konstitusional sehingga sajak itu dianggap merujuk pada AS.
Metafora dalam kuatrain itu telah diinterpretasikan berulang kali pada masa lalu. Namun, jika digunakan dalam masa kini, diasumsikan bahwa Trump akan kesulitan meyakinkan rakyat Amerika Serikat untuk menyetujui terjadinya 'situasi parah luar biasa' yang ditimbulkan kekuatan asing. Sementara, 'tangga yang bersandar di dinding' diartikan sebagai dimulainya pengepungan.
Nostradamus juga menuliskan sajak lain yang terkait dengan itu.

Century X: 76
The great Senate will ordain the triumph
(Senat besar akan menasbihkan kemenangan)

For one who afterwards will be vanquished, driven out:
(Untuk seseorang yang kemudian akan dikalahkan, diusir)

At the sound of the trumpet of his adherents there will be
(Saat suara terompet para pengikutnya akan...)

Put up for sale their possessions, enemies expelled.
(Menjual semua harta mereka, musuh-musuh akan diusir)

Ini terdengar seperti konsekuensi dari konflik besar, mungkin Perang Dunia III. Diprediksi para 'pengikut' Donald Trump akan menjual harga benda mereka dan mengusir musuh.

4. Pembunuhan Donald Trump?:
Dalam ramalannya, Nostradamus juga menyebut ada tiga sosok 'Anti-Kristus'. Dua sosok sebelumnya konon adalah Napoleon Bonaparte dan Adolf Hitler. Yang ketiga konon muncul pada awal 2016 -- kemunculannya diperkirakan menjadi sinyal Perang Dunia III, sebuah pertempuran global yang akan berlangsung selama 27 tahun. Dan Donald Trump disebut-sebut mewakili sosok itu. "Nostradamus memberikan nama sosok yang ketiga sebagai Mabus," tulis sosok yang mengaku sebagai peramal masa kini, John Hogue. Berbeda dengan dua yang pertama, menurut dia, Mabus adalah yang pertama tewas dalam perang besar -- yang diawali pertanda komet, atau roket yang jatuh dari langit." Percaya tak percaya, apa yang dikatakan sebagai 'prediksi Nostradamus' hanya sekedar ramalan belaka.

Apapun, Presiden AS Barack Obama meminta warga Negeri Paman Sam, juga dunia untuk memberi kesempatan pada capres Republik itu untuk memimpin.
"Aku merasa dia (Trump) bersungguh-sungguh untuk menjadi presiden yang berhasil dan membawa negara ini maju. Aku tidak berpikir ada presiden yang menjabat dengan alasan 'aku ingin membuat orang-orang marah dan menghancurkan setengah negaraku'," kata Obama.
"Berikanlah dia kesempatan untuk memimpin Amerika," kata Obama seperti dikutip dari CNN.


Sumber: Line OA @Hidden Secret

Selasa, 01 November 2016

"Ketika Politik Sudah Masuk ke Dalam Ranah Agama".

(28/10/2016) Mungkin itu judul yang tepat untuk menggambarkan apa yang gua denger dan lihat, tadi. Di khutbah sholat jum'at yg seharusnya khitmat, adem, dan penuh siraman rohani. tapi, ini malah kebalikannya, kejadian yg belum lama gua lihat & denger sendiri tadi, seorang khotib secara jelas, tegas, dan penuh ekspresi, mengungkapkan opini pribadi nya tentang pilkada dki 2017, padahal #fyi daerah gua itu bukan wilayah jakarta :lol , namun nggak nutup kemungkinan para jamaah yg hadir itu berasal/punya ktp jakarta.

Gua langsung mikir, "loh, kok malah kampanye? kan belum saatnya dan bukan tempatnya juga." aneh bin ajaib emang. ini masjid loh pak. ini tangerang loh.

Bukan cuma itu, sang khotib berlanjut menyinggung masalah surat al-maidah ayat 51 yg diucapkan ahok lewat video yg sempat menjadi viral itu, bahkan sampai saat ini. Menurut gua, itusih wajar kalo dia ngomongin hal tersebut. tapi, setelah itu dia membawa-bawa agama lain. menjadikan itu sebagai "bahan omongan". dalem hati gua langsung bilang " wah, gesrek ini khotibnya". masa agama orang lain dibawa-bawa dan ada kesan seperti menjelek-jelekan.  perasaan, ngga ada tuh agama islam dijelek-jelekan sama agama lain di tempat-tempat ibadah mereka masing-masing di Indonesia. lah, ini kenapa sebaliknya?

Kemudian si ustadz pun bercerita tentang sebuah survey yang dilakukan oleh seseorang yang tidak dijelaskan sumbernya, dimana isi dari survey tersebut menempatkan Nabi Muhammad saw pada peringkat ke-7, kalau tidak salah dengar. Namun, ia tidak menyampaikan secara penuh informasi terkait berita tersebut, dan hanya sepotong-sepotong, Sepertinya cerita tersebut dipakai sebagai penggiring untuk masuk ke dalam cerita selanjutnya yaitu seperti yang sudah gua jelaskan sebelumnya. Sebenarnya gua mengetahui apa yang sedang dibicarakan sang khotib, gua hanya mendengarkan saja. Padahal, survey tersebut adalah survey untuk mengetahui tokoh idola dari tiap-tiap orang di dunia.

Setelah perhitungan dilakukan, majalah tersebut dengan berani menerbitkan itu dimana peringkat Nabi Muhammad berada di peringkat ke-7. Jika bicara pantas /tidak pantas, jelas itu tidak pantas atau tidak etis. Karena survey itu menyangkut hal yang sensitif, yaitu agama.

Sebenarnya tidak salah mereka mengadakan survey tersebut, analoginya seperti ketika gua ditanya "siapa tokoh idola anda?" kemudian gua menjawab "Lionel Messi", apa gua salah? karena konteks dari survey tersebut adalah ingin mengetahui tokoh idola yang menjadi inspirasi masyarakat saat itu, jadi sebenarnya bukan salah majalah tersebut menempatkan Nabi Muhammad di peringkat ke-7 karena manusia memiliki sifat subjektif, hanya saja tidak etis ketika hasil tersebut diterbitkan. 

Karena  si Ustadz tidak menjelaskan secara penuh informasi yang ia sampaikan, dan di potong-potong sesuai apa yang ingin ia sampaikan, bukan tidak mungkin para jamaah yang datang akan terpengaruh dan bukan tidak mungkin juga jamaah tersebut langsung mengambil sikap (dalam hal ini mengikuti si Ustadz)

Dan melihat gaya si Ustadz, kenapa ketika berkhotbah harus melantangkan suara keras-keras? malah itu tadi lebih pas gua bilang "teriak-teriak", kenapa harus mengepalkan tangan dan menunjuk ke arah kiri dan kanan? seperti ber orasi di panggung besar. sebenarnya hal tersebut tidak pantas, karena nabi Muhammad SAW pun tidak seperti itu ketika berkhutbah. Pernyataan barusan gua kutip dari Kyai H. ........ lupa namanya (hehe)

Mungkin Ustadz yang mimpin khotbah tadi itu lebih sesuai untuk  disebut "oknum berkepentingan", bukankah negara ini punya semboyan bhinneka tunggal ika? bukankah negara kita berbentuk republik dan menganut sistem demokrasi? Sebenernya sih mau merekam apa yang diucapkan oleh ustadz tersebut memakai handphone, cuman karena gua sedang di rumah Allah tidak atau bukan pada tempatnya juga, dan kalo gua lakuin, jadi sama-sama salah.

Seorang Imam besar Masjidil Haram saja pernah menganalogikan pemain bola yang sedang bermain di lapangan. "Apakah anda pernah melihat mereka sibuk dengan telepon genggamnya? ataupun menyempatkan diri untuk kepinggir lapangan untuk melihat telepon genggamnya? Saya pun tidak pernah melihat itu. Namun hari ini, disini, di rumah Allah (Masjid), saya mendengarnya" begitu lah kira-kira.
Penutup dari saya,

"di situasi seperti ini, rasanya sulit membedakan mana yg sedang berdakwah, dan mana yg sedang berpolitik."

Begitupun dengan postingan ini,
sekian.


Rabu, 07 September 2016

Potret kecil kemeriahan peringatan hari Kemerdekaan RI ke-71


Kita semua (orang indonesia khususnya) tahu bahwa 17 agustus 1945 adalah hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Perjuangan para pahlawan yang telah mati-matian, rela berkorban demi terwujudnya penghormatan yang diakui, berkibarnya Sang Saka merah-putih, terbebas dari segala jajahan penjajah, bebas, free, freedom, freelance (?), freekick (?) .......

Untuk memperingati pengorbanan para pahlawan pada masa itu, tanggal 17 agustus pun (pada era sekarang) di isi dengan berbagai perlombaan sebagai perwujudan dari simbolisasi perjuangan para pahlawan. Begitupun yang dilakukan oleh kampung kita, berikut ini adalah beberapa potret sekilas tentang keseruan perlombaan tujuhbelasan kemarin:

17 Agustus 2016 
Silahkan dibuka:
AWAS BWK!:































*foto-foto ini gua ambil sendiri yes, bukan minta sama orang apalagi ngambil dari gugel.
Bonus: 
Seperti itulah kemeriahan peringatan Tujuhbelasan di kampung kami, dan semoga antusiasme para masyarakat yang menyambut baik perayaan berupa perlombaan ini dapat terus dipertahankan, sehingga mampu melestarikan "budaya" yang telah diwariskan secara turun temurun tersebut.

Selasa, 06 September 2016

Melewati Tahun - Tahun yang Berbeda Dengan Game yang Sama


Game ini sebenernya udah jadul banget, karena awal kemunculannya dari tahun 2005. Untuk ukuran sebuah game online, itu udah termasuk lama, dan udah di cap game jadul oleh sebagian gamer lawas. Karena mereka yang dulu mainin game ini pasti sekarang harusnya udah kuliah ataupun nikah.

Sebelumnya gua juga pernah post tentang game ini, sama sih cuma server nya aja yang beda. Berikut adalah penampakannya:
Oiya, kalo ada yang nanya kenapa diatas kepala character gua itu ada cahaya nyala, dan yg lainnya ga ada, karena disitu gua lagi menjabat sebagai council, atau dewan yang tugasnya mengatur, menjaga, membantu koloni untuk menang saat war atau menguasai wilayah tertentu saat rusuh. Pastinya jadi dewan itu punya skill spesial atau kemampuan tambahan yang ga dimiliki sama rakyat biasa *asik
AWAS BWK! :
















Sekian.